\ ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan: koleksi

PAB Online ALUS 2014-2015 RESMI DITUTUP!!

Penerimaan Anggota Baru Alus dimulai pada 20 Agustus 2014 Pukul 12.00 WIB - 31 Agustus 2014 Pukul 24.00 WIB

Pengolahan RFID di BPAD DIY

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berpartisipasi dalam pengolahan koleksi perpustakaan untuk pemasangan RFID

Menyambut Hari Anak Nasional 2014

Dengan Membaca Anak Jogjakarta Kreatif dan Berkarakter untuk Indonesia Cerah

Pengolahan Perpustakaan Istana Negara Yogyakarta

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berpartisipasi dalam pengolahan Perpustakaan Istana Negara Yogyakarta

Kontak Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan

Kami siap membantu pemberdayaan perpustakaan antara lain pengolahan perpustakaan, pembinaan minat baca, dan kegiatan tentang perpustakaan dan informasi lainnya

Tampilkan postingan dengan label koleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koleksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

Cerpen "Ketika Cinta Berkata lain"

Hello Kawan ALUS, gimana kabarnya? hehehe
pada kesempatan kali ini mimin akan share kiriman cerpen dari Sdr. Mukhlis udah mimin bikinin covernya juga lho siapa tau bakalan jadi best story, best seller :D
Dari Judulnya agak galau sih, baca aja deh nyampe selesai biar gak penasaran >_<'!
 

KCB 
(Ketika Cinta Berkata lain)

      Di pojok ruang baca skripsi, nampak beberapa mahasiswa sedang berdiskusi dengan serius, hal tersebut dilihat dari gerakan dan raut muka mereka. Nampaknya mereka membahas seuatu yang sangat serius, ketika asyik berdiskusi tiba-tiba mereka didatangi oleh pustakawan bagian referensi. “Maaf ya mas-mas, kegiatan berdiskusi di perpustakaan tidak dilarang, cuma suara kalian sedikit mengusik pemustaka lain yang sedang mengerjakan skripsi, jadi mohon sekiranya dimaklumi”, tegur petugas perpustakaan. 
      Jaka yang terkenal dengan julukan si kuping cabe seketika naik darah, doi langsung berdiri sambil garuk-garuk kepala.”Njeh pak ”, sahut Jaka dengan suaranya yang ngapak belepotan itu sambil tersenyum lebar. Gigi depannya yang berwarna kuning itu nongol menghiasi senyumnya yang penuh dengan kepalsuan.
      “Ah sialan, masak cuma ngobrol kayak begini doang langsung ditegur sih..., pliss dech”, gerutu Jaka sambil merapikan kembali rambutnya yang gak karuan itu. 
      “Yah..., namanya juga di perpustakaan kita harus punya etika dan kudu manut ama tata tertib bro, jawab Benny. “Tata tertib apaan”, gerutu Jaka gak terima nasihat dari Benny. “Maksudnya, perpustakaan itu tempat orang-orang menggali informasi dengan khusyuk, artinya khusyuk dalam menggali informasi itu butuh ketenangan biar bisa konsentrasi. Jadi perpustakaan itu bukan tempat transaksi jual beli kayak pasar hewan yang suara gaduhnya minta ampun”, sahut Donny meluruskan argument dari Benny. “Oke, kalau begitu, nanti sore pembicaraan ini kita lanjutkan di Kost Donny sambil menggarap tugas mata kuliah klasifikasi” sahut Jaka bersemangat. “Ok, roger that command” teriak mereka serentak. 
      Sore hari pas ngumpul bikin PR di kost Donny, mereka lalu menuntaskan pembicaraan yang tertunda di perpustakaan tadi siang, kemudian mereka melanjutkan pembuatan makalah mata kuliah klasifikasi. Ketika pembagian tugas selesai dibagi maka semuanya mulai bekerja mencari referensi yang dibutuhkan, baik dari buku, jurnal, kamus hingga sumber dari internet. Saat asyik mengerjakan tugas, seketika menyeruaklah tekad yang spektakuler dari mulut Jaka, “ Besok gue mao nembak Si Elish” 
      “Geplak,...” timpal Benny menyebut makanan favoritnya Donny yang lagi sibuk mencari nomor klasifikasi judul buku, tiba-tiba nyeletuk, “Aku salut ama ente Jek..!”, katanya terharu. Merasa di-support sama teman-temannya Jaka pun membeberkan rencana yang maha penting itu,”Besok Senin, ane mao nyatain cinta ane ke Elish. Pada misi khusus ini, ane minta bantuan arek-arek semuanya, ente-ente bersedia kan?”, jawab Jaka meyakinkan teman-temannya.“Demi Mas Jaka yang tersayang, sang penguasa kampus kami siap membantu, tapi misi ini ada reward-nya gak nih,hehehe”, sahut Benny “Nah setuju aku, kalo ada reward-nya, tapi klo gak ada gak mau aku”,sahut Jiko menambahkan. “Aku ngikut suara mayoritas,hehehe”, sahut Donny.
      Setelah diprovokasi bakal di traktir ama si Jaka, makan sekenyangnya di angkringan dekat rel kereta api, mereka pun sepakat. Demi sikap solidaritas, suara mayoritas dan rasa kasian, lalu mereka mendukung tekad si Jaka. Mereka akan memainkan peran untuk mendukung si Jaka saat bertemu dengan Elish di perpustakaan kampus. Setelah PR selesai, mereka melanjutkan pembuatan skenario peran saat bertemu dengan Elish di perpustakaan besok, setelah semuanya terkonsep dengan rapi, strategis, sistematis, persiapan yang matang dan mapan, lalu mereka bubar untuk menunggu saat-saat mendebarkan tiba. 
      Hari Senin yang mendebarkan pun kini telah tiba...! 
Setelah melakukan oservasi dan olah TKP, lalu diadakanlah latihan pra-acting selama 3 jam lamanya, akhirnya saat yang dinanti telah tiba. Dari depan pintu masuk perpustakaan, Benny stanby sambil BBM-an dengan Jaka. “On target, keep calm-down boy”, jawab Benny sambil mengelus Hp BlackBerry kesayangannya. Hal itu menandakan target sedang perjalanan menuju lokasi, Di ruang baca lantai 3, Donny, dan Jiko sudah siap-siap memainkan peran mereka, lalu si Jaka sudah duduk manis sambil pura-pura membaca sebuah buku ensiklopedi. Selang beberapa menit kemudian Elish pun datang sambil melirik-lirik mencari si Jaka, karena sebelumnya si Jaka telah mengirim pesan singkat (SMS) pada Elish. Lalu mereka pun bertemu dan memulai pembicaraan. 
     “Eh mas Jaka, gimana kabarnya.., tumben nih...?” sapa Elish ramah 
     “Ngg...mao..mo..ngobrol-ngobrol aja kok...”, ucap Jaka yang dengkulnya mulai gemeteran, jantungnya terasa empot-empotan. “Oh ya, ada hal apa nih”, jawab Elish penasaran. “Ehmm...jadi begini Ell, sebenarnya aku tuh...”, (tiba-tiba terdengar sebuah tanda peringatan dari bagian informasi perpustakaan). 
      “Selamat pagi, kepada pemustaka yang merasa pemilik motor dengan nomor plat AB7067A, harap segera memindahkan kendaraan anda ke tempat parkiran, karena menghalangi jalan, terima kasih “, ucap bagian informasi perpustakaan. Selang kemudian Donny menelpon si Jaka, “ Halo.., halo.., hey.. jangkrik.., motormu itu loh menghalangi jalan, masak parkir motor di depan pintu masuk perpustakaan, mobil kepala perpust gak bisa lewat tau, cepet turun, “teriak Donny dr telpon genggam Jaka. “Oh hiya to, sek yo..”, sahut Jaka sambil lari tunggang-langgang. Lalu Elish pun heran melihat tingkah si Jaka itu. 
      Melihat si Jaka lari tunggang-langgang, Donny dan Jiko ikutan lari menyusul. Melihat situasi seperti itu, secara tidak sengaja Elish melihat Donny dan Jiko berlari, lalu Elish pun teriak memanggil Donny. “Mas Donny, tunggu”, ucap Elish ikut meninggalkan ruang referensi. Setelah persoalan tersebut selesai, lalu si Jaka kembali menemui teman-temannya untuk meneruskan misi yang maha penting tesebut. Karena semuanya sudah terlanjur turun, maka mereka sepakat untuk ngobrol-ngobrol di taman yang sejuk dan asri yang berada di depan perpustakaan. Di awal pembicaraan, Elish memulai dengan pertanyaan seputar alasan Jaka memanggilnya ke perpustakaan, melihat situasi seperti itu wajah si Jaka pucat pasi kehabisan akal karena keadaan ini diluar skenario yang mereka rencanakan. 
      Dengan tanpa dosa, Benny langsung berargument “Sebenarnya ada seseorang yang ingin mengutarakan isi hatinya ke kamu lho Ell”, jawab Benny keceplosan...yang lain melototi Benny dengan sorotan tajam. “Oh yah..,”tutur Elish sambil tersenyum tersipu malu. Semuanya diam seratus kata, serasa leher kecekik nggak ada yang bisa ngomong lagi. “Ya.., sebenarnya aku juga lagi menaruh simpati sama salah seorang diantara kalian berempat”, sahut Elish dengan senyumnya yang manis itu. Kemudian Elish pamit pergi meninggalkan mereka berempat. Setelah mendengarkan tutur kata dari Elish tadi, mereka saling bertatapan dengan mulut menganga lebar. 
      “Ah, aku nggak ikut-ikutan, ntar pacarku marah lagi nanti”, timpal Jiko membela diri “Aku juga nggak ikut deh, aku gak mau nyari masalah ama cewek”, sahut Donny cuek bebek. “Oke Benn..,berarti sekarang kita saingan untuk nge-gebet si Elish”,sahut si Jaka bersemangat. “terserah elloohhhh”, sahut Benny agak kesel. Kemudian mereka bubar meninggalkan perpustakaan. Kemudian mereka menuju angkringan. Karena misi ini “gatal” (gagal total), maka traktiran pun terpaksa ikutan gagal, tapi mereka masih kompak ngangkring bareng dengan alasan mereka sepakat untuk bayar sendiri-sendiri, hehehe. 
      Setelah berminggu-minggu belum ada aksi, lalu si Jaka mengambil langkah awal dengan menamai gerakan tersebut dengan sebutan Gerakan Anak STMJ. Tapi kalau ditanya kepanjangan dari Anak STMJ itu?, si Jaka menjawab itu simbol persahabatan mereka yang cinta terhadap produk angkringan, padahal arti yang sebenarnya adalah Anak Semester Tujuh Masih Jomblo,hehe. ^_^. Kemudian agresi pertama pun dimulai, si Jaka dan Benny saingan berat, mulai dari pakian yang modis, model rambut yang macho sampai urusan tali sepatu pun mereka bersaing secara ketat. Donny dan Jiko ikut cekikikan melihat tingkah mereka. “Ah..dasar anak tuyul, gitu aja kok saingan”, gerutu Jiko sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 
      Pada suatu saat, mereka kebagian tugas observasi dari dosen dengan model kelompok, Jaka, Jiko, dan Elish satu kelompok, sedang Donny satu kelompok dengan Benny dan seorang mahasiswi tingkat bawah yang kebetulan mengambil mata kuliah yang sama. Merasa tidak ada saingan, maka kesempatan berlian itu tidak disia-siakan oleh Jaka untuk mendapatkan simpati dari Elish, sedang Benny bertingkah gak karuan seolah tidak terima gak sekelompok dengan Elish. Melihat tingkah Benny yang gak tenang itu, lalu Donny menenangkan Benny. “ Eh Ben, gak segitunya kali..santai aja, klo emang cinta memahakmu dia tak akan kemana”, sahut Donny. Kemudian Benny menjawab lemes, “Ok, tapi kalo sampai Jaka berhasil jadian sama Elish..Lu orang yang pertama kali ane tuntut” hardik Benny. “ Iya-iya terserah, sudah kita fokos pada tugas kita dulu” jawab Donny yang sudah capek ngeliat tingkah Benny. 
      Setelah tugas tersebut selesai, Benny lekas menemui Jaka untuk memastikan apakah doi berhasil menggebet Elish. Selang kemudian Jaka ngomel, kalo selama ini usahanya sia-sia belaka untuk mendapatkan simpati Elish. Merasa usahanya tak membuahkan hasil, lalu si Jaka memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya dan akan merelakan isi dompetnya jika cintanya diterima oleh Elish si kembang kampus itu. Si Jaka hafal betul kebiasaan Elish yang selalu datang ke perpustakaan setiap hari Senin dan Kamis, begitu datang dan selalu duduk di kursi pojok ruang baca, di samping jendela yang menghadap ke lingkungan fakultas, karna gedung ini berada di lokasi paling timur dan di ujung. Maka kalau melihat ke luar jendela yang ada di pojok barat lantai dua itu, semua lingkungan fakultas sampai ke tempat parkiran kelihatan dengan jelas. Manusia berusaha, lalu tuhan yang menentukan, cinta yang tulus dari si Jaka mendapat penolakan secara terhormat dan elit dari Elish, hal ini bukan berarti dunia bakal kiamat. 
      Kini Genk Anak STMJ itu jarang kumpul-kumpul dan nongkrong bersama lagi, bagaimana tidak. Si Jaka lagi patah hati karena cintanya ditolak oleh Elish, sedang Benny lagi galau tingkat Dewa memikirkan jurus jitu sambil mengevaluasi letak kegagalan si Jaka yang tidak mampu meluluhkan hati Elish. Jiko sibuk ber-urusan dengan pacarnya sendiri..terus bagaimana dengan Donny??? 
      Donny juga lagi gundah-gulana memikirkan nasibnya, bukan karena dia jomblo dan bukan karena memikirkan nasib sahabatnya yang rada apes itu, tetapi memikirkan keputusan dan langkah yang akan dia ambil. Sebelum ditembak oleh Jaka, sebenarnya Elish telah menyatakan cintanya pada Donny lewat puisi cinta by-inbox pada facebook, dan hingga kini Donny pun belum memberikan keputusan. Di Sisi lain ketika libur semester besok, pihak keluarga Donny berencana akan melakukan pertunangan antara Donny dengan gadis sepermainan Donny saat masih kecil dulu yang kini juga tengah kuliah bidang keperawatan., namun Donny belum memberikan keputusan setuju atau tidak kepada kedua opsi hidupnya itu. Semuanya tergantung Donny dan tentunya takdir dari yang maha kuasa, yang jelas biar cintalah yang akan berbicara... 

*By Mukhlis 
(Ketua Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Priode 2011-2012)

Senin, 30 April 2012

Penerbitan di Indonesia Part I

KHAZANAH PENERBITAN BUKU DI INDONESIA
BAGIAN I
Oleh : Siti Nurkamila*

Penerbit atau penerbitan adalah industri yang berkonsentrasi memperbanyak sebuah literature dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati oleh publik.[1] Dalam perkembangannya penerbit buku memiliki segmen pasar tersendiri. ada buku umum, buku-buku pelajaran, maupun buku-buku agama. Misalnya buku islami, bersifat rohani, dan sebagainya.
Saat ini penerbit buku islami sedang booming di tengah masyarakat, dalam arti kata banyak yang mendirikan penerbit buku islami karena pangsa pasar yang masih sangat terbuka lebar. Hal ini terbukti dengan boomingnya buku-buku islami yang dapat dilihat pada pameran “Islamic Book Fair” yang begitu padat dan tentunya banyak penerbit yang menangguk untung. Beberapa penerbit buku Islami di Indonesia yang sudah cukup besar di antaranya: Mizan, Gema Insani Press (GIP), Pustaka Al-Kautsar.
Yang perlu dipahami saat ini adalah, sebenarnya apa itu penerbit islam? Penerbit Islam adalah penerbit yang memang benar-benar punya visi dan misi untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam lewat buku, bukan sekedar menerbitkan buku Islam karena alasan bisnis.[2] Melihat pengertian tersebut dapat dipahami bahwa alasan mereka dapat dikatakan syiar atau dakwah islam yang didaulatkan melalui buku-buku Islami tersebut. Akan tetapi apakah benar yang ada di masyarakat saat ini mereka benar-benar pure berpegang teguh pada prinsip dan visi misi mereka? Menurut penulis, dalam realitanya tidak demikian. Sempat sesekali penulis berkeinginan mencari buku-buku umum, akan tetapi yang ada pada waktu itu Islamic book fair, yang tentunya dalam mainset kita bahwa itu adalah pameran buku-buku yang semuanya bernuansa Islami. Ternyata di lapangan tidak demikian, penulis cukup aktif mengunjungi setiap ada pameran buku umum maupun Islami. Dari pameran tersebut justru sekarang menjadi tumpang tindih, banyak penerbit-penerbit Islam yang ternyata menerbitkan buku-buku umum. Lalu, apa bedanya dengan penerbit-penerbit umum? Yang selama ini kita ketahui bahwa penerbit-penerbit umum mungkin jauh lebih dikenal masyarakat terlebih dahulu. Akan tetapi konsep demikian tidak berlaku untuk saat ini. Terlihat bahwa boomingnya penerbit-penerbit Islam yang karya-karya nya pun tidak kalah bagusnya dengan terbitan umum, penerbit Islam pun kini merambah karya-karya umum yang ditarik ke dalam dunia Islam. Tetapi semakin banyak diminati masyarakat, semakin booming di masyarakat, label penerbit “Islam” pun kini menjadi “the big question is?
Dari pemaparan tersebut akan terjadi kerancuan label. Terkesan aneh dan lucu, yang mana penerbit-penerbit yang tidak dikenal “Islam” terhalang etika untuk menjual buku-buku umum, sementara penerbit-penerbit yang selama ini mempunyai nuansa Islam bebas menjual buku-buku umum yang nantinya ketika pameran buku-buku umum pun juga dijual kembali. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini juga dilakukan oleh penerbit umum. Saat ini, penerbit umum juga didapati menerbitkan buku bernuansa Islam. Melihat kondisi demikian menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara penerbitan Islam dan penerbit umum. Untuk itu perlu kiranya kita kaji lebih lanjut bagaimana sejatinya perjalanan para penerbit bergerilya dalam kancah perbukuan di Indonesia.


*Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
[1] Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penerbit diakses pada tanggal 20 Januari pukul2:53 WIB.

Sabtu, 28 April 2012

Perpustakaan Digital ALUS


Dalam rangka memajukan dan mengembangkan ALUS, TIM Divisi Pers dan Informasi berusaha untuk selalu mengupdate dan menyebarkan Informasai-informasi yang sekiranya dibutuhkan oleh pengguna khususnya Anggota ALUS itu sendiri, selain itu karena kemudahan akses dan berbagi informasi TIM Divisi Pers dan Informasi telah membuat semacam Perpustakaan Digital/DIGILIB atau Digital Library yang menggunakan Software GDL Versi 4.2. karena baru dibuat Digilib tersebut tentu saja masih banyak kekurangan-kekurangannya. untuk itu kedepannya masih akan terus kami kembangkan dan kami perbaiki agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Sabtu, 03 Desember 2011

PRESERVASI KOLEKSI TERCETAK DAN DIGITAL

A.      Pendahuluan
Sepanjang sejarah manusia, perpustakaan bertindak selaku penyimpanan khasanah hasil pikiran manusia. Hasil pikiran ini dapat dituangkan dalam bentuk cetak maupun non cetak (digital). dengan dituangkannya pikiran-pikiran tersebut dalam berbagai bentuk tersebut, maka akan ada kegiatan yang harus bisa merawat, menyimpan, dan menyebarkan semua itu secara terus menerus agar informasi yang ada dalam pikiran manusia tersebut bisa selalu diketahui oleh setiap orang.
  Dalam berbagai literatur dapat ditemukan istilah preservation, conservation, dan restoration. Preservation  atau pelestarian mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan pustaka dan arsip, termasuk didalamnya kebijakan pengolahan, keuangan, sumberdaya manusia, metode dan teknik penyimpanannya. Conservation atau pengawetan terbatas pada kebijakan serta cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk kelestarian arsip tersebut. Restoration atau pemugaran mengacu pada pertimbangan serta cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak (Sulistyo-Basuki, 1991:271).

B.       Pembahasan
1.        Pengertian Pelestarian
Pelestarian (preservation) adalah sistem pengolahan dan perlindungan pada bahan pustaka, dan atau tugas maupun pekerjaan untuk memperbaiki, memugar, melindungi, dan merawat bahan pustaka, dokumentasi, arsip maupun bahan informasi serta bangunan perpustakaan (Lasa, 2009:233-234).
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:853), pelestarian adalah pengawetan (sumberdaya alam, budaya, dsb) agar terjamin kehidupannya sepanjang masa. Hal ini diperkuat oleh pendapat Wendy Smith dalam Purwono (2009:2.17) yang mengatakan pelestarian atau preservasi adalah semua kegiatan yang bertujuan memperpanjang umur bahan pustaka dan informasi yang ada didalamnya.
Menurut International Federation of Library Association (IFLA) memberi batasan definisi pelestarian (Sudarsono, 2006:314).
1.Pelestarian (Preservation). Mencakup semua aspek usaha melestarikan   bahan pustaka dan arsip. Termasuk didalamnya: kebijakan pengelolaan,  keuangan, ketenagaan, metode dan teknik, serta penyimpanan.
2.Pengawetan (Conservation). Membatasi pada kebijakan dan khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk kelestarian koleksi tersebut.
3.Perbaikan (Restoration). Menunjuk pada pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak.
  Dari penjabaran beberapa pengertian tentang preservasi, konservasi, dan restorasi dapat dikatakan bahwa konservasi dan restorasi adalah bagian dari kegiatan preservasi itu sendiri, akan tetapi kegiatan preservasi tidak dimasukkan ke dalam istilah konservasi dan restorasi karena adanya batasan dari masing-masing istilah tersebut.
Sedangkan pelestarian didefinisikan sebagai seluruh kegiatan yang dilakukan oleh setiap lembaga atau institusi dalam mempertahankan semua koleksi itu dapat bertahan lama dan menyelamatkan informasi yang terkandung didalam koleksi tersebut agar tetap bisa diakses oleh pemustaka.

2.        Unsur, Tujuan, dan Fungsi Pelestarian
Menurut Martoatmodjo (1993:7), berbagai unsur penting yang perlu diperhatikan dalam pelestarian bahan pustaka adalah:
a)Manajemen: Siapa yang bertanggung jawab dalam kegiatan ini dan bagaimana prosedur pelestarian yang akan diikuti.
b)Tenaga yang merawat bahan pustaka dengan keahlian yang mereka miliki.
c)Laboratorium, ruang pelestarian beserta peralatannya seperti alat penjilidan, lem, alat laminasi, alat untuk fumigasi, pembersih debu dan sebagainya.
d)Dana untuk kegiatan yang selalu dimonitor dengan baik, agar kegiatan pelestariantidak mengalami gangguan.
Sedangkan tujuan pelestarian bahan pustaka menurut Martoatmodjo (1993:5), dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Menyelamatkan nilai informasi dokmen.
2.Menyelamatkan fisik dokumen.
3.Mengatasi kendala kekurangan ruang.
4.Mempercepat perolehan informasi: dokumen yang tersimpan dalam CD (Compact Disc) sangat mudah untuk diakses, baik pada jarak dekat maupun jarak jauh.
Sementara itu, menurut Sulistyo-basuki, (1993:271), tujuan pelestarian bahan pustaka dan arsip adalah untuk melestarikan kandungan informasi bahan pustaka dan arsip dengan alih bentuk menggunakan media lain atau melestarikan bentuk aslinya selengkap mungkin untuk dapat digunakan secara optimal.
Sedangkan fungsi pelestarian ialah menjaga agar koleksi perpustakaan tidak rusak karena gangguan manusia,  dan serangan serangga atau jamur yang merajalela pada ruangan yang lembab. Menurut Martoatmodjo (1993:6), jika disimpulkan maka pelestarian memiliki beberapa fungsi antara lain adalah:
a.Fungsi melindungi, yaitu melindungi bahan pustaka dari serangan serangga, manusia, jamur, panas matahari, air, dan sebagainya.
b.Fungsi pengawetan, yaitu merawat bahan pustaka agar tetap awet dan tahan lama untuk digunakan oleh pengguna.
c.Fungsi kesehatan, yaitu dengan pelestarian yang baik bahan pustaka menjadi bersih, bebas dari debu, jamur dan berbagai sumber penyakit, sehingga pemakai ataupun pustakawan terjaga kesehatannya.
d.Fungsi pendidikan, yaitu pemakai perpustakaan dan pustakawan itu sendiri harus belajar bagaimana cara merawat dokumen.
e.Fungsi kesabaran, merawat bahan pustaka ibarat merawat bayi atau orang tua, jadi harus sabar.
f.Fungsi sosial, bahwa pelestarian tidak bias dikerjakan oleh seorang diri. Pustakawan harus mengajak pengguna untuk tetap merawat bahan pustaka.
g.Fungsi ekonomi, yaitu dengan pelestariaan yang baik, bahan pustaka akan lebih awet, keuangan dapat dihemat.
h.Fungsi keindahan, yaitu penataan bahan pustaka yang rapi, perpustakaan dapat menjadi lebih indah sehingga dapat menambah daya tarik pembacanya.

3.        Langkah-langkah Dalam Pelestarian Koleksi
Dalam pelestarian koleksi ada beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan agar koleksi tersebut tetap terjaga dengan baik. Untuk koleksi tercetak, langkah langkah seperti yang dikutip dari Lasa (2009:163) sebagai berikut:
1.        Reproduksi
Reproduksi dalam pengertian ini adalah usaha reproduksi bahan pustaka dengan cara fotokopi, pembuatan bentuk mikro, dan pembuatan duplikasinya. Biasanya, bahan pustaka yang perlu direproduksi meliputi koleksi langka, penting, bernilai historis, serta mudah rusak.
2.        Penjilidan
Penjilidan ini dilakukan lantana sampulnya mudah rusak, terlalu tipis, atau terlepas jilidannya.
3.        Laminasi
Penyampulan ini dilakukan dengan cara memberikan pelindung plastik atau bahan lainnya agar bahan pustaka itu tidak sobek dan hancur.
4.        Penyiangan
Penyiangan adalah proses pengeluaran buku dari jajaran koleksi suatu perpustakaan. Pengeluaran ini didasarkan pada pertimbangan bahwa koleksi itu tidak diminati lagi, sudah ada edisi baru, atau bertentangan dengan kebijakan pemerintah dan etika masyarakat.
5.        Fumigasi
Fumigami atau pengasapan bertujuan untuk membunuh jamur maupun serangga yang tumbuh pada bahan kertas. Fumigami dapat dikalsanakan dalam kotak, lemari fumigami, ruang fumigami, ruang penyimpanan arsip, ruang perpustakaan, maupun ruang deposit.
Berbeda dengan pelestarian koleksi tercetak, untuk menunjang pelestarian koleksi digital maka dilakukan startegi-strategi dalam pelaksanaannya. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, menurut Pendit (2009:102) ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu :
a.     Refreshing, yaitu men-copy file-file digital dari satu media ke media penyimpanan lain akan tetapi masih dapah satu sejenis.
b.     Migration, yaitu mentranster data digital dari satu konfigurasi hardware/software kebentuk yang lainnya atau dari atu komputer ke generasi komputer yang lebih baru.
c.    Emulation, yaitu penyegaran sistem secara berkala agar dapat terus membaca data digital yang direkam dalam berbagai format dari berbagai versi.
d.   Reformatting, yaitu kegiatan mengubah konfigurasi data digital tanpa mengubah kandungan isi intelektualnya.

C.      Penutup
Dari pembahasan di atas maka ada dua pelestarian yang kita bisa lakukan. Pertama yaitu pelestarian bentuk fisik dokumen yang diselenggarakan dengan pengurangan tingkat keasaman, pembuatan laminasi  dan enkapsulasi, restorasi dokumen dan lainnya. Yang kedua ialah pelestarian nilai informasi dokumen dengan alih bentuk. Informasinya tidak hilang meskipun bentuk kemasannya diubah dari kertas ke bentuk yang dianggap lebih efisien misalnya bentuk mikro dan video disk ataupun dengan cari melakukan alih media. Tujuan keduanya tetaplah sama, yakni selalu berusaha agar koleksi tersebut bisa diakses selama mungkin, serta informasi yang ada di dalamnya tidak hilang.
  

Daftar Pustaka
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Lasa, H.S. 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
_________. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher
Martoatmodjo, Karmidi. 1993. Pelestarian Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, Depdikbud.
Pendit, Putu Laxman. 2007. Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Jakarta: CV. Sagung Seto.
________. 2008. Perpustakaan Digital dari A Sampai Z. Jakarta: Cita Karyakarsa Mandiri.
_________. 2009. Perpustakaan Digital: Kesinambungan & Dinamika. Jakarta: Cita Karyakarsa Mandiri.
Purwono. 2009. Materi Pokok Dasar-dasar Dokumentasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
________. Strategi Teknologi Pelestaria Bahan Pustaka. (artikel). Diberikan pada Program Ilmu Perpustakaan dan Informasi Program S1 Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga pada semester IV tahun 2009.
________. Pelestarian Jangka Panjang dan Aksesibilitas Kandungan Informasi Dengan Teknologi. (artikel). Diberikan pada Program Ilmu Perpustakaan dan Informasi Program S1 Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga pada semester IV tahun 2009.
Sudarsono, B. 2006. Analogi Kepustakawanan Indonesia. Jakarta: Ikatan Pustakawan Indonesia.
Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
__________. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Remaja Rosdakarya.



*Nasirullah adalah mantan sekretaris Divisi Pengembangan Profesi periode 2010-2012