\ ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan: diskusi

PAB Online ALUS 2014-2015 RESMI DITUTUP!!

Penerimaan Anggota Baru Alus dimulai pada 20 Agustus 2014 Pukul 12.00 WIB - 31 Agustus 2014 Pukul 24.00 WIB

Pengolahan RFID di BPAD DIY

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berpartisipasi dalam pengolahan koleksi perpustakaan untuk pemasangan RFID

Menyambut Hari Anak Nasional 2014

Dengan Membaca Anak Jogjakarta Kreatif dan Berkarakter untuk Indonesia Cerah

Pengolahan Perpustakaan Istana Negara Yogyakarta

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berpartisipasi dalam pengolahan Perpustakaan Istana Negara Yogyakarta

Kontak Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan

Kami siap membantu pemberdayaan perpustakaan antara lain pengolahan perpustakaan, pembinaan minat baca, dan kegiatan tentang perpustakaan dan informasi lainnya

Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Soft Opening Perpustakaan Emha Ainun Nadjib

Menandai Hari Buku Dunia yang jatuh di bulan April dan Soft Opening Perpustakaan Emha Ainun Nadjib di Rumah Budaya EAN, Jl. Barokah 287 Kadipiro Yogyakarta 7-9 April 2013 diadakan serangkaian acara :

1. Diskusi “Perpustakaan dan Seniman”
Minggu, 7 April 2013 Pukul 10.00 WIB-Selesai
Pembicara:
Dra. Labibah Zain, M.LIS (Dosen Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta),
Iman Budhi Santosa (Penyair dan Penulis Buku “Ngudud: Cara Orang Jawa Menikmati Hidup”),
Moderator: Muhsin Halida, M.A. (Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat DIY)

 2. Diskusi Buku “Sudahkah Kita Mengenal Al-Quran?” Karya H. Ahmad Fuad Effendy, M.A.
Minggu, 7 April 2013 Pukul 19.30 WIB-Selesai
Pembicara: H. Ahmad Fuad Effendy (Dosen Sastra Arab Universitas Negeri Malang dan Pengasuh Kajian Tafsir pada Pengajian Padhangmbulan Jombang),
Islah Gusmian (Pembantu Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Surakarta dan Penulis buku “Khazanah Tafsir Indonesia”)
Moderator: Helmi Mustofa (Progress Jogja)

3. Bincang-Bincang “Dunia Buku Saat Ini”
Senin, 8 April 2013 Pukul 19.30 WIB-Selesai
Pembicara: Andityas Prabantoro (Chief Editor Penerbit Mizan, Bandung)
Moderator: Sholahuddin Nur’azmy (Kepala Sekolah Akademi Bercerita Yogyakarta)

4. Santri Menggubah: Ngaji Ilmu Jurnalistik dan Ilmu Sosial
Selasa, 9 April Pukul 08.00 WIB-Selesai
Pembicara: Mustofa W Hasyim (Redaktur Pelaksana Majalah Suara Muhammadiyah)
Pemandu: Idris Wahid (Eks. Wasekjen IPNU 2009-2012)
Bazar Buku Kadipiro. Minggu-Selasa, 7-9 April 2013,
Bersama Penerbit Mizan, Penerbit Buku Kompas, Tiara Wacana, Graha Ilmu, Misykat Indonesia, Progress, dan lain-lain.

 *Acara ini terbuka untuk umum. Peserta tidak dipungut biaya, tetapi sangat dipujikan bila peserta diskusi berkenan membawa buku, majalah, jurnal, atau bahan bacaan apapun untuk diperluas manfaatnya dengan diwakafkan di Perpustakaan EAN.

Minggu, 18 Maret 2012

Resume Kuliah Umum 15-03-2012

Entrepreneurship Pustakawan Sebuah Passion Mewujudkan Prestasi
Kuliah Umum yang bertempat di Teatrikal Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga
15 Maret 2012

Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan buku, majalah dan informasi lainnya.
(1) Pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.
(2) Perpustakaan tidak sekedar  ruang dan gedung, tidak sekedar berisi buku, tidak sekedar memberikan informasi tapi juga hiburan, tidak sekedar layanan tapi juga memberikan “candu” bagi penggunanya. Perpustakaan harus diminati, perpustakaan harus dikunjungi, perpustakaan harus dikaji, perpustakaan harus membawa perubahan, perpustakaan harus bisa merubah perilaku. 
Setujukah dengan pernyataan tersebut ?  
Apakah google dan wikipidia disebut juga sebagai Pustakawan atau Perpustakaan ?
 
Apakah Pustakawan harus kuliah di jurusan Perpustakaan ?
Bagaimana dengan orang orang yang bekerja di Perpustakaan tapi tidak paham dengan Ilmu perpustakaan, hanya paham dengan katalog dan administrasi peminjaman.?
Pustakawan Indonesia,  mengalami beragam persepsi, ada yang  menggolongkan sebagai Pustakawan Plat merah dan Plat hitam, ada juga yang mengatakan bahwa Profesi Pustakawan tidak  lebih dari seorang penjaga lintasan kereta api. Jauh berbeda dengan profesi yang lain, seperti dokter, pengacara peneliti dan guru. Tidak banyak yang tahu dan mengakui adanya profesi pustakawan. Kalau dilihat dari porsi APBN maka anggaran yang di dapat untuk perpustakaan tidak lebih dari 0,1%.
(3) Bagaimana kita menyikapi ?  
Apakah kita minder kuliah mengambil jurusan Perpustakaan ?
Apakah kita betul betul paham dengan profesi kita sendiri, ketika selesai kuliah ?
Apakah kita akan bangga dengan apa yang akan kita kerjakan terkait dengan profesi kita?  
Passion 
Gairah yang disertai dengan rasa cinta, kalau diartikan itu sebuah pencapaian prestasi maka passion adalah gairah kerja  atas dasar cinta akan profesi yang ditekuni.  Tidak semua orang memiliki passion, ada kalanya orang hidup menjalani apa adanya, kerja, cari uang, selesai.
Ciri-ciri yang yang memiliki passion adalah :
1.  Selalu memiliki ide kreatif atas ketekunannya untuk selalu menjadi yang terbaik
2.  Sangat menyukai aktivitas yang dijalaninya dengan semangat 
3.  Selalu konsisten apa yang dilakukan dan fokus
4.  Selalu memiliki gairah untuk sukses yang sulit dihentikan
5.  Berani mengambil resiko dari apa yang dijalani dan yakin akan berhasil
6.  Cinta dan kesetiaan pada suatu pekerjaan akan menjadikan karya
Contoh sebuah passion
Seorang pekerja seni, tak akan berhenti berkarya tanpa  atau tidak ada yang membayarnya, contoh mbah Surip, 
Seorang Pustakawan tetap akan terus melayani, tanpa gedung, jabatan, tanpa tanda jasa, contoh ibu Kiswati, Golagong, 
Seorang Biarawati, bagaimana kehidupan dan pekerjaannya melayani Tuhan  selalu melekat dalam hidupnya,
Seorang dokter, karena profesinya bisa menyembuhkan orang sakit tapi passion seorang dokter adalah melayani dengan iklas.          
Seorang guru bukan sekedar memberikan ilmu, tapi keteladanan dan bimbingan yang menjadikan murid menjadi murid yang berprestasi dan memiliki morak yang baik.                                                
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin yang memiliki wibawa, disegani dan sekaligus dicintai.
Entrepreneurship Kemandirian  adalah arti dari entrepreneur,  Apa yang telah dilakukan  tidak bergantung pada pemberian, tapi sebuah upaya terhadap bentuk kerjasama (bisnis) untuk mencapai sukses. Kemudian apa yang telah diupayakan tersebut berdampak pada banyak orang.
Perpustakaan bukan ukurannya yang dilihat tapi manfaatnya. Memulai dari yang kecil akan menjadi besar jika konsistensi dan memanfaatkan  networking menjadi sebuah kekuatan yang melahirkan potensi. Potensi tersebut bisa berwujud sumber daya maupun sumber dana. 

Perpustakaan yang baik, bukan dilihat dari jumlah pengunjung tapi efek kunjungan, bukan dilihat banyaknya koleksi tapi koleksi yang sesuai kebutuhan, bukan dilihat dari bagus atau megahnya sebuah bangunan tapi kenyamanan, bukan dilihat dari siapa pemiliknya tapi dilihat siapa pemakainya. Perpustakaan adalah media yang mampu merubah masyarakat penggunanya.
Apakah entrepreneur harus dimulai sejak lulus kuliah ? sejak saat ini, dan segera dimulai, demikianlah jiwa jiwa entrepreneur, lebih pada pembuktian dari pada slogan, lebih pada gerakan dari pada teori.  Tidak peduli pada caci maki yang penting menuju prestasi. Jiwa entrepreneur selalu melihat peluang dalam setiap masalah yang ada, bukan pada keluhan dan pertolongan. Jiwa entrepreneur selalu melihat setiap orang adalah sumber informasi, sehingga sikap ramah dan terbuka akan menjadi bagian dari relationship.
Pustakawan yang entrepreneur 
1.Paham akan tanggung jawab social sebagai seorang pustakawan sejati dan akan melakukan layanan dilingkungannya
2.Selalu berjejaring dan membentuk komunitas untuk memperkuat keberadaan profesi dan pencitraan diri
3.Selalu memanfaatkan kesempatan menjadi peluang yang akan melahirkan kreatifitas dalam pengembangan perpustakaan
4.Bersama masyarakat menjadikan perpustakaan lebih bermakna dengan cara swadaya dan potensi yang ada.
5.Pustakawan sebagai profesi yang sangat dicintai dan dibanggakan dimanapun dan kapanpun
6.Perpustakaan adalah jiwa dan kehidupan sepanjang masa bersama stake holder.
7.Perpustakaan selalu memiliki nilai jual untuk dapat berkembang dan terus memberikan manfaat buat masyarakat
8.Nilai adalah manfaat yang terus tergantikan dari waktu ke waktu sebagai  upaya mencapai sukses bersama.

Apakah Pustakawan harus memiliki passion ? harus, tanpa passion maka jadilah pustakawan biasa, apa adanya, dan bekerja sesuai ritme yang harus dijalani. Pustakawan yang memiliki passion akan melahirkan pustakawan entrepreneur sejati. Dan itu dahsyat sekali untuk bisa merubah masyarakat.

Pustakawan yang memiliki passion akan menjadi pustakawan mandiri dan memiliki jati diri, tidak sulit hanya niat dan upaya yang terus menerus dilakukan sebagai bentuk karya. Jika anda memaknai tulisan diatas dan merasakan sudah melakukan maka anda menjadi orang yang berbeda, anda adalah pustakawan yang memiliki passion, anda adalah pustakawan entrepreneurship. Anda akan diberikan kemudahan ketika anda menjalankan fungsi perpustakaan yang sebenarnya, dikatakan oleh Rosullullah bahwa sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan barang siapa yang bersunguh sungguh menjalani maka dia akan akan berhasil. 

Menjadi Pustakawan ber-Prestasi

Kalau paham dengan UU no 40 tahun 2007 (perseroan terbatas) dan UU no 43 tahun 2007 (perpustakaan) maka ruang lingkup kerja tidak hanya sebuah ruang atau gedung perpustakaan. Community development (com dev) adalah program yang terus dikembangkan perusahaan dalam menyalurkan csr nya (corporate social responsibility) atau disebut tanggung jawab sosial perusahaan. Kalau  comdev dipahami bahwa banyak yang bisa dikembangkan dari keberadaan perpustakaan maka pustakawan tidak akan habis peluang kerjanya. 
Tidak hanya itu saja, pustakawan berprestasi bisa diraih dengan membekali diri dari banyak sisi dalam mengekplore potensi, dari sisi bahasa dan komunikasi, dari sisi penampilan, kepribadian dan perilaku, dari sisi potensi relationship antar dan lintas komunitas, dari sisi kesempatan mengembangkan potensi dengan mengikuti berbagai kompetisi, dari sisi  keilmuwan dan pengembangan research. Sehingga dengan demikian pustakawan tidak sekedar menjadi pelayan tapi pustakawan menjadi mitra masyarakat menuju masyarakat cerdas dan berbudi pekerti. Rasanya tidak berlebihan dan sulit apabila setiap mahasiwa calon pustakawan membekali diri dengan berbagai ilmu yang membuat percaya diri (confident) sehingga tidak minder dan bangga mengatakan dari mahasiswa jurusan perpustakaan. Pencitraan menjadi penting dan itu berasal dimulai dari diri masing masing. Confident itu dirasakan apabila memang pustakawan mempunya kelebihan dengan memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang cukup.  Anda ingin membuktikan ?
Apakah anda masih ragu bahwa pustakawan tidak memiliki prospek kehidupan yang baik
?
coba lakukan peluang yang dibawah ini:
1.  Pustakawan yang menekuni bidang design (gambar)
2.  Pustakawan yang menekuni bidang pengembangan konsep
3.  Pustakawan yang menekuni bidang Publik Relation
4.  Pustakawan yang menekuni bidang packaging informasi
5.  Pustakawan yang menekuni bidang media dan publikasi
6.  Pustakawan yang menekuni bidang Tehnologi dan Informasi
7.  Pustakawan yang menekuni bidang design interior
8.  Pustakawan yang menekuni bidang dokumentasi dan kearsipan
9.  Pustakawan yang menekuni bidang pengembangan komunitas
10. Pustakawan yang menkuni bidang layanan mobile (perpustakaan keliling)
11. Pustakawan yang menekuni bidang penulisan dan publishing
12. Pustakawan yang menekuni bidang arthefaq (kepurbakalaan)
13. Pustakawan yang menekuni bidang jurnalis
14. Pustakawan yang menekuni bidang research 
15. Pustakawan yang menekuni bidang penulusuran (searching informasi)
16. Pustakawan yang menekuni bidang parenting, (dunia dongeng)
17. Pustakawan yang menekuni bidang politik
18. Pustakawan yang menekuni bidang seni dan budaya 19. Pustakawan yang menekuni bidang pengajaran dan pendidikan
20. Pustakawan yang menekuni bidang kesehatan (data dan informasi khusus bidang kesehatan)
dan………………….masih banyak lagi.
Siap menerima tantangan untuk menjadikan peluang sebagai karya yang menjadikan anda bisa hidup seribu tahun lagi.
Salam
Trini Haryanti Jl Rungkut Asri Barat X/9 Surabaya 60293
Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia

Daftar Cuplikan
1.  http://id.wikipedia.org/wiki/Pustakawan
2.  http://kober.tripod.com/6.html
3.  http://www.bit.lipi.go.id/masyarakat-literasi/index.php/membangun-citra-pustakawan-
indonesia
4.  http://journal.ipb.ac.id/index.php/jpi/article/viewFile/2242/1263

Sabtu, 24 Desember 2011

Berita Acara Pelatihan Otomasi berbasis SLiMS

The Library Automation Training of ALUS
(Berita Acara Pelatihan Otomasi Perpustakaan berbasis SLiMS)


   Jika melihat begitu banyaknya tersedia perangkat lunak gratis untuk membangun otomasi perpustakaan, maka tidak ada lagi alasan lagi bagi kita untuk menunda untuk mempelajari dan menguasai otomasi perpustakaan atau pembangunan perpustakaan yang mengoleksi data digital. pengelola perpustakaan tidak dapat lagi mengkambing hitamkan ketidak tersediaan perangkat lunak sebagai penyebab kegagalan otomasi perpustakaan atau pembangunan perpustakaan yang berbasis otomasi. Saat ini yang diperlukan adalah motivasi pengelola perpustakaan atau pustakawan, terlebih lagi bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan untuk belajar menggunakan berbagai perangkat lunak otomasi perpustakaan secara gratis.
    Eksistensi perangkat lunak ini dapat dijadikan sebagai awal kebangkitan perpustakaan di Indonesia. Bangkit di tengah keterpurukan karena tidak tersedianya dana bagi pengembangan perpustakaan. Jika seluruh perpustakaan di Indonesia mampu memanfaaktan eksistensi perangkat lunak gratis maka seluruh perpustakaan akan mampu menjadi perpustakaan impian pengguna. Apabila ini terwujud maka perpustakaan tidak akan dipandingkan sebelah mata lagi.
Perangkat lunak otomasi perpustakaan memiliki fungsi untuk mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan maka SLiMS harus mampu mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Jika melihat menu-menu yang disediakan SLiMS, perangkat lunak ini mampu menjalankan fungsi administrasi yang ada di perpustakaan. Kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, pemesanan koleksi, penyiangan, manajemen anggota, fasilitas pencetakan barcode (barcode koleksi dan anggota) serta berbagai jenis laporan. Dari fitur serta berbagai menu-menu yang ada di SLiMS, maka kita dapat melakukan modifikasi template sesuai dengan tingkat kebutuhan dan ketersesuaian ciri khas dari lembaga yang menggunakannya, oleh sebab itu, kegiatan tersebut dapat menjadi terobosan baru demi meningkatkan kreatifitas para calon pustakawan masa depan.
Berangkat dari wacana tersebut, ALUS (Assiciation of Library University Students), merasa terpanggil untuk melakukan pelatihan pemanfaatan software SLiMS sebagai bentuk pembekalan dan pendalaman pemahaman kepada seluruh anggota dalam mengaplikasikan software tersebut sebelum memasuki dunia kerja mereka di perpustakaan. Kegiatan pelatihan otomasi tersebut sebelumnya telah dipercayakan oleh DPPM (Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat), sebagai promoter untuk meningkatkan daya kreatifitas anggota.
   Agar lebih tertib dan konsisten, maka pelatihan otomasi tersebut dilakukan dalam tiga sesi. Untuk sesi I diselenggarakan pada tanggal 1 Juni 2011 di aula Masjid Al- Irsyad Sidobali Umbulharjo Yogyakarta, materi yang diajarkan pada pelatihan tersebut mencakup cara instalasi SLiMS menggunakan XAMPP, pelatihan tersebut dihandle langsung oleh Ketua Umum ALUS (Misbahul Munir). Pada pelatihan tersebut dihadiri oleh anggota ALUS sebanyak 30 orang. Pada sesi yang ke-II diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2011, di tempat yang sama. Pelatihan tersebut dihadiri oleh anggota ALUS sebanyak 40 orang anggota, materi yang diajarkan pada pelatihan tersebut mencakup penguasaan menu-menu utama pada SLiMS. Pelatihan tersebut masih dihandle langsung oleh Ketua Umum ALUS, kemudian pelatihan sesi ke-III dilaksanakan di tempat yang sama pada tanggal 17 Desember 2011. Konsep acara sengaja dibuat sedikit berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya. Pada pelatihan ini materi yang diangkat terdapat tiga sesi, dan masing-masing sesi dihandle oleh masing-masing perwakilan dari Divisi-Divisi ALUS. Sesi yang pertama diajarkan langkah-langkah input data digital (pdf, video, gambar dan teks yang berformat MS.Word) pada SLiMS. Materi tersebut dibawakan oleh Mukhlis (dari Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat), kemudian sesi kedua diajarkan cara melakukan modifikasi template (ganti logo, header pada template publik dan admin), Materi tersebut dibawakan oleh Gus Munir (dari Divisi Keanggotaan), kemudian sesi terakhir diajarkan cara merubah ukuran pada label, barcode dan kartu anggota, materi tersebut dibawakan oleh Nastain (dari Divisi Pengembangan Profesi). Pada pelatihan yang terakhir ini, para peserta terlihat begitu antusias mengikuti pelatihan, karena materi-materi yang diajarkan begitu menarik bagi mereka dan sebelumnya mereka belum pernah mencoba melakukan praktik secara langsung seperti yang dilakukan pada saat itu.
    Pada prinsipnya, kegiatan tersebut dilaksanakan Sebagai upaya untuk meningkatkan sikap profesionalisme dikalangan anggota ALUS yang melek terhadap Teknologi informasi, mengadakan latihan bersama terkait penguasaan aplikasi otomasi perpustakaan yang berbasis open source, Sebagai sarana peningkatan mutu dan kualitas keilmuan antar anggota terkait dengan penguasaan software otomasi perpustakaan, sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya menguasai aplikasi otomasi perpustakaan, sebagai calon pustakawan masa depan. Akhir kata, semoga hal yang sederhana tersebut dapat memberikan kontribusi yang besar untuk pengembangan skill pada anggota pada umumnya.

Oleh: Kepala Devisi Pengabdian Masyarakat (Mukhlis)

Rabu, 30 November 2011

Menggagas Perpustakaan Digital Dalam Ranah Perguruan Tinggi (Public Discussion of ALUS)



Diskusi publik dengan judul Menggagas Perpustakaan Digital Dalam Ranah Perguruan Tinggi yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu (28/05) ialah salah satu agenda kegiatan Divisi Pengembangan Profesi dengan narasumber Siti Nurkamila, S.IP, mahasiswi S2 pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Diskusi berlangsung selama 2 jam dengan pembahasan mengenai konsep, koleksi, dan software perpustakaan digital dalam ranah perguruan tinggi. Adapun yang tercakup dalam konsep yaitu pengertian dan ciri- ciri perpustakaan digital, sedangkan cakupan koleksi adalah koleksi dalam bentuk digital, seperti e-book, local content/ Institusional Repository. Dalam perkembangan perpustakaan digital kini muncul berbagai software, antara lain: Dspace, GDL, GSDL, dan Eprint. 

Diskusi tersebut bertujuan untuk merpererat persaudaraan antar anggota khususnya para anggota muda yang baru menjadi bagian dari ALUS. Sedangkan tujuan yang lain ialah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang kepustakawanan. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan kita.

Oleh: Sarofah
*Sarofah adalah Sekretaris Umum ALUS Periode 2011-2012