\ ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan: pengetahuan positif

PAB Online ALUS 2014-2015 RESMI DITUTUP!!

Penerimaan Anggota Baru Alus dimulai pada 20 Agustus 2014 Pukul 12.00 WIB - 31 Agustus 2014 Pukul 24.00 WIB

Pengolahan RFID di BPAD DIY

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berpartisipasi dalam pengolahan koleksi perpustakaan untuk pemasangan RFID

Menyambut Hari Anak Nasional 2014

Dengan Membaca Anak Jogjakarta Kreatif dan Berkarakter untuk Indonesia Cerah

Pengolahan Perpustakaan Istana Negara Yogyakarta

Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berpartisipasi dalam pengolahan Perpustakaan Istana Negara Yogyakarta

Kontak Alus Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan

Kami siap membantu pemberdayaan perpustakaan antara lain pengolahan perpustakaan, pembinaan minat baca, dan kegiatan tentang perpustakaan dan informasi lainnya

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan positif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan positif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Rak duduk

Gak kerasa udah di penghujung akhir 2012, mudah-mudahan gak jadi kiamat 2012 ya.
kalo kita rasakan makin hari makin panas yaa, apalagi di kota-kota besar yang bangunannya tinggi-tinggi sedangkan hutan udah pada digunduli, gak ada taman kota, pepohonan jarang, polusi tambah banyak.

ohh ya ngomong-ngomong soal penebangan hutan pasti kaitannya sama kayu, yang sampai sekarang masih dipake sebagai bahan dasar pembuatan meuble pada umumnya seperti meja, kursi, lemari, rak, dll.

browsing-browsing di Internet, mimin nemuin nih Model Kursi dan rak, simple banget nihh.
apalagi bagi yang udah punya rencana mau bikin perpustakaan pribadi kayanya recomended nih, tapi kalo yang rumahnya di daerah yang rawan banjir ini gak recomended :D

ini contoh rancangan desainnya:





Source Image:
Gambar 1
Gambar 2

Gambar 2
gambar 3
gambar 4
gambar 5

Gimana  rak Kursinya? matab kan?
kita jadi bisa menghemat space banyak deh :)

Senin, 30 Juli 2012

Nyari Buku via SMS???

Handphone atau telepon genggam merupakan teknologi yang tidak terlepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memanfaatkan t

eknologi ini dalam bidang perpustakaan.

Tim yang terdiri atas Andri Kurniawan (Pendidikan Teknik Informatika), Yusron Mubarok (Pendidikan Teknik Otomotif), dan Fajar Mubarok (Pendidikan Teknik Sipil) menyajikan makalah berjudul “Sistem Pencari Buku (Siriku), Implementasi Teknologi Informasi Berbasis SMS sebagai Fasilitas Tambahan di Perpustakaan.” Ide awal penulisan makalah didasari fakta bahwa telepon genggam telah menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa sebagai alat berkomunikasi dan menerima berbagai informasi.

Menurut Andri Kurniawan, Siriku sebagai aplikasi pencarian buku perpustakaan berbasis pesan singkat (SMS) ini terdiri dari sebuah komputer yang terhubung dengan modem. “Software pada komputer yang digunakan untuk menerima dan mengirim SMS adalah Visual Basic 6.0 sebagai program utama dan software MySQL sebagai database buku,” ungkap Andri, seperti dikutip dari situs UNY, Jumat (22/6/2012).

Program ini dapat menerima dan mengirim pesan singkat sebanyak 160 karakter. Setelah user mengirimkan SMS ke nomor ponsel server sesuai dengan kata kuncinya maka server akan langsung membalas SMS tersebut yang berupa informasi status buku itu ada, dipinjam atau tidak ada. "Jika buku tersebut tidak ada dalam database server maka server akan memberikan SMS balasan yang menjelaskan bahwa buku tersebut belum ada dan memberikan kata kunci lain untuk informasi buku," ujarnya menambahkan.

Hasil inovasi para mahasiswa ini berhasil menyabet juara pertama dalam Java Paper Competition 2102 yang diselenggarakan oleh UKM Student Scientific Center (SSC) FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) belum lama ini. Java Paper Competition 2012 merupakan salah satu bagian dari Scientific Vaganza yang pada tahun ini mengangkat tema “Be The Greet Scientific People Through Innovation and Technology”.

Java Paper Competition
merupakan kompetisi yang merangsang kreativitas pengembangan inovasi dan teknologi bagi mahasiswa PT  se-Jawa. Peserta mengirimkan karya tulis yang memaparkan bentuk penelitian kecil untuk diseleksi terlebih dahulu. Kemudian sepuluh peserta terbaik diundang ke Unnes untuk mempresentasikan hasil penelitian dengan membawa produk dan menunjukkan poster kepada juri yang telah ditentukan.(mrg)(rhs)

Dengan kemunculan teknologi-teknologi yang dan sistem yang semakin modern pada akhirnya akan semakin mempermudah akses kepada pengguna untuk memanfaatkan layanan di perpustakaan, disini terdapat peran bahwa untuk bissa mengembangkan perpustakaan tidak hanya di butuhkan seseorang yang mahir di dalam bidang ilmu perpustakaan saja, tetapi juga sangat membutuhkan seseorang yang mahir dalam bidang komputer (IT), dan lain-lain karena mekanisme kerja perpustakaan sekarang ini sudah mencakup semua aspek baik dari segi pelayanan langsung kepada pengguna maupun pelayanan berbasis Automasi dan Elektronik seperti E-Journal, Digital Library, OPAC, Website dan lain-lain.
untuk itu selain membutuhkan orang yang mahir dalam bidang tersebut paling tidak pustakawan mempelajari mengenai teknologi tersebut agar tidak ketinggalan jaman dan mengetahui misal seperti pengoperasiannya, troubleshootingnya dan lain-lain. [sbs/ed.]

Sumber

Senin, 30 April 2012

Penerbitan di Indonesia Part I

KHAZANAH PENERBITAN BUKU DI INDONESIA
BAGIAN I
Oleh : Siti Nurkamila*

Penerbit atau penerbitan adalah industri yang berkonsentrasi memperbanyak sebuah literature dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati oleh publik.[1] Dalam perkembangannya penerbit buku memiliki segmen pasar tersendiri. ada buku umum, buku-buku pelajaran, maupun buku-buku agama. Misalnya buku islami, bersifat rohani, dan sebagainya.
Saat ini penerbit buku islami sedang booming di tengah masyarakat, dalam arti kata banyak yang mendirikan penerbit buku islami karena pangsa pasar yang masih sangat terbuka lebar. Hal ini terbukti dengan boomingnya buku-buku islami yang dapat dilihat pada pameran “Islamic Book Fair” yang begitu padat dan tentunya banyak penerbit yang menangguk untung. Beberapa penerbit buku Islami di Indonesia yang sudah cukup besar di antaranya: Mizan, Gema Insani Press (GIP), Pustaka Al-Kautsar.
Yang perlu dipahami saat ini adalah, sebenarnya apa itu penerbit islam? Penerbit Islam adalah penerbit yang memang benar-benar punya visi dan misi untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam lewat buku, bukan sekedar menerbitkan buku Islam karena alasan bisnis.[2] Melihat pengertian tersebut dapat dipahami bahwa alasan mereka dapat dikatakan syiar atau dakwah islam yang didaulatkan melalui buku-buku Islami tersebut. Akan tetapi apakah benar yang ada di masyarakat saat ini mereka benar-benar pure berpegang teguh pada prinsip dan visi misi mereka? Menurut penulis, dalam realitanya tidak demikian. Sempat sesekali penulis berkeinginan mencari buku-buku umum, akan tetapi yang ada pada waktu itu Islamic book fair, yang tentunya dalam mainset kita bahwa itu adalah pameran buku-buku yang semuanya bernuansa Islami. Ternyata di lapangan tidak demikian, penulis cukup aktif mengunjungi setiap ada pameran buku umum maupun Islami. Dari pameran tersebut justru sekarang menjadi tumpang tindih, banyak penerbit-penerbit Islam yang ternyata menerbitkan buku-buku umum. Lalu, apa bedanya dengan penerbit-penerbit umum? Yang selama ini kita ketahui bahwa penerbit-penerbit umum mungkin jauh lebih dikenal masyarakat terlebih dahulu. Akan tetapi konsep demikian tidak berlaku untuk saat ini. Terlihat bahwa boomingnya penerbit-penerbit Islam yang karya-karya nya pun tidak kalah bagusnya dengan terbitan umum, penerbit Islam pun kini merambah karya-karya umum yang ditarik ke dalam dunia Islam. Tetapi semakin banyak diminati masyarakat, semakin booming di masyarakat, label penerbit “Islam” pun kini menjadi “the big question is?”
Dari pemaparan tersebut akan terjadi kerancuan label. Terkesan aneh dan lucu, yang mana penerbit-penerbit yang tidak dikenal “Islam” terhalang etika untuk menjual buku-buku umum, sementara penerbit-penerbit yang selama ini mempunyai nuansa Islam bebas menjual buku-buku umum yang nantinya ketika pameran buku-buku umum pun juga dijual kembali. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini juga dilakukan oleh penerbit umum. Saat ini, penerbit umum juga didapati menerbitkan buku bernuansa Islam. Melihat kondisi demikian menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara penerbitan Islam dan penerbit umum. Untuk itu perlu kiranya kita kaji lebih lanjut bagaimana sejatinya perjalanan para penerbit bergerilya dalam kancah perbukuan di Indonesia.


*Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
[1] Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penerbit diakses pada tanggal 20 Januari pukul2:53 WIB.

Kamis, 08 Desember 2011

Komik dan Majalah Bergambar Memberikan Pengetahuan Positif pada Anak-anak

Kegiatan membaca adalah salah satu faktor penentu kecerdasan seseorang. Dengan rajin membaca, seseorang akan memperoleh ilmu, wawasan ataupun pengetahuan, sehingga dirinya dapat mengembangkan potensi ke arah yang positif. Seperti kata pepatah ilmu adalah jendela dunia. Maka tanamkanlah sejak dini membaca buku setiap hari, setiap waktu dan setiap tempat dimanapun kita berada, karena sangat penting bagi semua orang khususnya anak-anak dalam masa pertumbuhan untuk membaca.

Tapi kebanyakan anak-anak sekarang lebih cenderung suka untuk membaca buku komik atau majalah bergambar lainnya, dari pada membaca buku pelajaran. Sehingga banyak orang tua ataupun guru yang mengeluh karena kebiasaan dan perilaku mereka. Tidak sedikit dari mereka yang nilai ujiannya menurun ataupun jelek. Karena malasnya membaca bukku pelajaran yang tebalnya 2cm bahkan ada pula yang tebal buku sampai 4-5 cm. Anak-anak pasti malas ataupun tidak suka membaca buku yang tebal-tebal dan isinya pun juga pelajaran semua.

Anak-anak juga perlu waktu untuk membaca buku setebal itu, menurut saya anak-anak juga harus ada waktu untuk bermain, karena masa anak-anak lazimnya di isi dengan bermain, yang harus dilakukan kurang lebih 40% perhari. Karena di dalam baermain akan membentuk kepekaan, jiwa sosial, perkawanan dll dengan sendirinya.

Kalau menurut saya pribadi membaca komik ataupun sejenisnya tidak salah atau tidak buruk, karena didalam komik ataupun majalah terdapat pengetahuan dan ilmu, bahkan anak-anak bisa berimajinasi dengan keinginannya atau kemauannya sendiri. Imajinasi sangat penting bagi anak-anak, apalagi dalam massa pertumbuhan. Tapi kita sebagai orang dewasa ataupun orangtua juga harus bisa mendampingi ataupun memilih bahan bacaan yang bagus, jangan sampai kita salah memberikan bahan bacaan untuk anak-anak. Hendaknya anak-anak di berikan buku bacaan yang ringan (bergambar) tapi isinya tentang pengetahuan yang bermanfaat. Seperti komik ataupun majalah mickey mouse, naruto, dragon ball, cerita nabi-nabi, galaxy luar angkasa, penemu-penemu benda bersejarah, cerita pahlawan, flora dan fauna dll.

Dengan seringnya atau banyaknya membaca komik maupun majalalah akan membentuk atau membuat anak-anak menjadi berani bercerita tentang sejarah penemuan, sejarah nabi-nabi, bentuk atau kondisi fisik dari benda maupun yang lainnya dengan sangat percaya diri, dan mengambil banyak hikmah dari membaca komik dan majalah bergambar.

Komik dan majalah bergambar benar-benar mampu meningkatkan minat baca anak-anak. Tingginya minat membaca dan kebiasaan membaca akan mendorong tumbuhnya budaya membaca. Orangtua, guru maupun orang sekitar kita memiliki peran yang sangat penting dalam upaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya baca dikalangan anak-anak.

Harapan saya pribadi, kedepannya semua orang bisa sadar akan pentingnya membaca, membaca tidak harus yang berat dalam artian seperti sosiologi, ekonomi, argonomi dll, tetapi buku komik atau majalah pun termasuk salah satu sumber pengetahuan yang sangat besar bagi semua kalangan terutama anak-anak. Maka mulai dari sekarang dibiasakanlah membaca buku atau bacaan lain setiap hari minimal 2 jam/hari

Oleh: Herlambang Rahma Dhany
*Herlambang adalah Sekretaris Divisi pengembangan Profesi